Minggu, 07 Oktober 2012

Posted by Unknown Posted on 19.42 | No comments

TABLET: OBAT ATAU GADGET?

Jika anda mendengar kata tablet, hal apa yang terlintas dalam otak anda? Apakah anda lantas teringat pada obat berbentuk tablet yang biasa kita minum? Ataukah gadget (alat elektronik berteknologi) bernama tablet. Mari kita telusuri lebih jauh sejarah tablet dari masa ke masa. 






Secara etimologis, tablet berasal dari kata tabula yang berarti meja.  Penggunaan kata tablet secara umum lebih banyak merujuk pada tablet obat. Sedangkan definisi tablet adalah campuran zat aktif dan zat pengikat, biasanya berbentuk bubuk, yang kemudian dipadatkan. Obat-obatan yang diberikan secara oral lazim tersedia dalam bentuk tablet.

Tablet obat juga sering disebut pil. Definisi lain dari tablet berkaitan dengan alat elektronik berteknologi modern atau dalam Bahasa Inggris biasa disebut gadget. Makna tablet gadget di sini seperti buku kuno yang berbentuk lempengan. Lempengan itu terbuat dari tanah liat atau bahan lainnya dan bisa dipegang. Fungsinya untuk membaca sesuatu yang tertulis di lempengan tersebut dan mungkin bisa juga untuk menulis sesuatu. Tablet gadget dikenal dengan sebutan lain yaitu Tablet PC (personal computer). Ya, mari ikuti saya sebentar. Saya akan menjelaskan lebih jauh mengenai kedua tablet ini: Obat dan Gadget.





TABLET OBAT.

Kita sering menjumpai bermacam-macam tablet yang berwarna-warni. Ada tablet berwarna merah muda, hijau, biru bahkan coklat. Saya ingat, dulu ketika sedang hamil, dokter kandungan memberi saya tablet vitamin berwarna coklat. Baru kali itu saya menjumpai tablet berwarna coklat.

Selain berwarna-warni, obat juga bisa dijumpai dalam beraneka ragam bentuk. Tujuannya bukan supaya obat-obatan itu terlihat menarik tapi sebenarnya semua bentuk obat mempunyai karakteristik dan tujuan tersendiri. Terkadang ada zat yang menjadi tidak stabil ketika dipadatkan dan dibentuk menjadi tablet, sehingga harus dibentuk menjadi kapsul misalnya. Ada juga obat yang harus dilarutkan bukan obat telan. Semua diformulasikan khusus demi tercapainya efek terapi yang diinginkan. Maka dari itu, seorang apoteker harus paham benar ketika meracik sebuah obat. Apakah obat tersebut akan dibuat berbentuk tablet atau lainnya. Apakah efek zat yang terkandung dalam obat mampu memberikan hasil yang diinginkan ketika dibentuk menjadi tablet atau kapsul.

Jangan lupa, sebagai pasien yang mengkonsumsi obat tersebut, kita juga harus kritis dan teliti dalam membaca keterangan yang tertulis seputar obat yang kita konsumsi. Misalnya tablet dengan kaplet itu berbeda. Sebagian besar obat berbentuk tablet dan obat-obat tersebut dikonsumsi dengan cara di telan.  Kemudian beberapa jenis tablet tertentu harus dikunyah dulu (seperti obat maag golongan antasida). Hal ini bertujuan agar obat bisa bereaksi langsung di lambung. Ada juga dikenal tablet dispersibel, tablet  jenis ini harus dilarutkan terlebih dahulu di air. 




Pasti Anda pernah mengkonsumsi beberapa merk multivitamin yang banyak beredar di pasaran. Beberapa multivitamin tersebut berbentuk tablet effervescent, yaitu tablet yang dimasukkan ke dalam air sehingga larut dan menghasilkan gas. Tablet sublingual memiliki efek cepat (tidak lewat hati) dan dikonsumsi dengan meletakkan tablet di bawah lidah. Tablet bukal juga tidak dikonsumsi dengan cara ditelan atau dikunyah tapi dengan meletakan di antara pipi dan gusi.

Lantas bagaimana dengan orang-orang yang mengalami kesulitan menelan obat berbentuk tablet atau kapsul? Biasanya mereka menelan tablet obat dan kapsul dengan bantuan buah-buahan seperti pisang. Ada juga yang lebih memilih untuk menggerus obat sehingga menjadi serbuk. Hal ini sebenarnya salah kaprah dan Anda harus berhati-hati jangan menggerus beberapa jenis tablet seperti tablet salut gula, tablet salut film atau tablet salut enterik, karena justru dapat merusak kandungan zat aktif, menurunkan efek obat, bahkan menimbulkan efek samping. Jika Anda mengalami kesulitan menelan tablet atau kapsul yang diresepkan oleh dokter, beritahukan dokter atau apoteker Anda. Sehingga, mereka dapat memberikan solusi dengan mengganti bentuk obat yang diresepkan dari tablet menjadi sirup atau puyer.

Membentuk obat sehingga menjadi berbentuk tablet dilakukan melalui proses kompresi menggunakan mesin yang menekan bahan tablet yang masih berbentuk serbuk atau granul. Serbuk itu kemudian ditekan menggunakan berbagai bentuk dan ukuran. Alat kompresi untuk membentuk tablet tergolong ke dalam alat berat. Beberapa tablet dibuat dengan proses mencetak menggunakan tangan atau alat mesin cetak, dengan cara menekan bahan tablet berbentuk serbuk ke dalam cetakan. Kemudian bahan tablet yang telah dibentuk dikeluarkan dari mesin cetak dan dikeringkan.


TABLET GADGET.

Era tablet PC diawali oleh ide gemilang milik Steve Jobs dari perusahaan Apple yang kemudian mengeluarkan produk andalan mereka, Apple iPad. Definisi tablet PC sendiri adalah computer portable berbentuk seperti buku. Portable dalam artian sebuah alat yang bersifat praktis dan mudah untuk dibawa-bawa. Tablet PC dilengkapi dengan layar sentuh, jadi tidak memakai keyboard. Awalnya banyak kalangan yang memprediksi bahwa keyboard di layar sentuh tidak akan bisa menggantikan keyboard konvensional. Namun ternyata penjualan Apple iPad melonjak pesat. Akhirnya produk tablet PC merk lain mengekor Apple dengan mengeluarkan tablet PC tandingan. Misalnya Samsung dengan Galaxy Tab-nya.  RIM meluncurkan Blackberry Playbook. Motorolla meluncurkan Motorolla Xoom, Bahkan Negara tetangga kita, Cina, telah memproduksi banyak tablet PC dengan fitur menarik namun dengan harga ekonomis.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa banyak kalangan memilih untuk menggunakan tablet PC ketimbang komputer atau laptop:

1.    Laptop merupakan komputer jinjing yang bisa dibawa kemana saja, namum tablet PC jauh lebih portable daripada laptop. Karena ukuran tablet PC yang lebih tipis dan tidak perlu menggunakan keyboard konvensial, sehingga memudahkan orang untuk membawanya kemana saja.

2.    Tablet PC tidak menggunakan mouse atau keyboard karena memiliki layar virtual.

3.    Tablet PC biasanya memiliki aplikasi multimedia  seperti pemutar video, pemutar music, penyimpan gambar, ebook reader dan aplikasi game.

4.    Tablet PC memiliki fungsi koneksi internet, sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan mobile browsing.

5.    Beberapa tipe tablet PC dilengkapi dengan kamera.

Namun tentu saja, ada beberapa kekurangan yang dimiliki tablet PC.
1.    Sedikit sulit menggunakan keyboard layar sentuh terutama bila pengguna ingin mengetik email, dan sebagainya.

2.    Kualitas graphic card yang dimiliki tablet PC tidak sebagus PC komputer atau laptop.

3.    Ukuran tablet PC yang lebih kecil daripada komputer atau laptop ternyata bisa menjadi kelebihan dan kekurangan. Beberapa tipe tablet PC telah dilengkapi dengan teknologi jaringan selular dan fitur-fitur HP, namun tetap saja sebuah tablet PC tidak bisa menggantikan fungsi HP sebagai alat komunikasi.

4.    Tidak seperti laptop yang bisa kita matikan ketika tidak digunakan, tablet PC akan selalu tetap hidup baik digunakan atau tidak. Waktu stand by tablet PC menyedot daya yang berasal dari baterai.

5.    Ruang penyimpanan data dalam tablet PC terbatas. Lebih mengandalkan kartu memori MicroSD.
Categories: , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Komen yuuuk